Your search results

Syarat dan Process KPR, Jual Beli rumah dgn KPR

Posted by admin on Januari 27, 2016
| 0

Syarat dan process KPR

Apa itu KPR? Bagaimana process KPR? Kewajiban pembeli dan penjual di dalam KPR?

KPR adalah singkatan dari kata kredit pemilikan rumah.

Syarat

Syarat KPR untuk setiap bank pasti ada perbedaan, namun umumnya sebagai berikut.

  • warga negara Indonesia
  • KTP dan KK (Kartu Keluarga),  NPWP, Surat nikah (jika sudah menikah)
  • Dokumen terkait pekerjaan dan uang masuk (misalkan slip gaji 3 bulan terakhir dan surat keterangan kerja untuk pegawai). Biasanya bank mensyaratkan pegawai sudah bekerja di perusahaan terakhir minimal selama 1 tahun.
  • Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir
Document dari Penjual / Developer

Selain itu kita juga sudah meminta dokumen rumah yang akan dibeli dari penjual, antara lain:

  • copy sertifikat,  copy IMB, copy bukti pembayaran PBB tahun terakhir
  • Surat pemesanan rumah atau surat penawaran rumah dari penjual yang menjelaskan bahwa dia setuju akan menjual rumahnya ke kita dengan harga tertentu

Setelah telah dikumpulkan document yg diperlukan, Bank akan menunjuk Loan Officer Nya untuk berkomunikasi dengan kita tentang progress KPR nya.

Steps / Langkah Process KPR

Property Appraisal

Langkah berikutnya adalah appraisal, umumnya bank akan mengirimkan appraisal nya ke property yang mau di KPR. Perlu di ketahui untuk KPR property yg ada kerja sama dgn developer biasanya step appraisal ini tidak di perlukan lagi, karena sudah di appraise sebelumnya terlebih dahulu dengan pihak developer.

Seandainya semua berjalan lancar dan KPR dari Bank di kabulkan, maka transaksi KPR ini juga ada biaya biaya nya , antara lain:

Cost / Biaya biaya
  • Biaya yang disetorkan ke bank, seperti biaya provisi (biasanya 1% dari pinjaman yang diberikan bank), premi asuransi jiwa, premi asuransi kebakaran dan administrasi kredit
  • Biaya yang dibayar ke notaris, antara lain biaya dokumen PK (Perjanjian Kredit), biaya cek sertifikat, AJB, BBN (biaya balik nama), pajak pembeli
  • Biaya Pajak, ini bukan semata karena KPR, namun setiap pembelian rumah / property itu dikenakan pajak antara lain: Penjual, dikenakan PPH 5% dari nilai jual dan pembeli juga akan di kenakan pajak, BPHTB kepanjangannya (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) sedikit lebih kurang dari 5% (di kurangi nilai bebas pajak pembeli)

    Pajak PPN (10%), Kalau pembelian ini bukan dari rumah secondary tapi rumah primary dari developer. Kalo ini rumah super mewah maka dikenakan pajak Barang Mewah.

Signing Date

Biasanya pembayaran biaya dan pajak itu selambat lambatnya sehari sebelum hari tanda tangan. Setelah pembayaran biaya biaya dan pajak masing masing complete maka di depan notaris, semua pihak bersangkutan musti hadir, pembeli, dan penjual. Biasanya di Kantor  Bank yang memberikan KPR.

Perlu di ketahui seandainya penjual tidak bisa hadir maka diperlukan surat kuasa menunjukan pihak yg mewakili penjual.

Setelah penandatanganan, pihak bank akan mentransfer uang ke pihak penjual. Sementara sertifikat asli akan diproses oleh notaris untuk balik nama ke pembeli. Setelah selesai, notaris akan memberikan document ke BANK bersama IMB dan PBB asli (sebagai jaminan bank). Pembeli, selain mendapatkan kunci rumah, juga mendapat foto copy AJB (Akta Jual Beli), sertifikat, IMB dan semua dokumen perpajakan yg telah di lunasi.

Tinggalkan Pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

  • Cari Gadget Disini

  • Pencarian Pintar

  • Artikel Baru


Warning: First parameter must either be an object or the name of an existing class in /home/inibarur/public_html/wp-content/plugins/yeloni-free-exit-popup/wordpress/yetience-class.php on line 143